terkini

Sunarto Kembali Nahkodai DKKB Kota Batu, Siapkan Penguatan Regulasi dan Digitalisasi Seni Budaya

10/25/26, 17:57 WIB Last Updated 2026-10-25T10:59:35Z

Mediapewarta.co.id, Kota Batu ; Sunarto kembali dipercaya memimpin Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) III yang berlangsung di Museum & Galeri Kota Batu, Minggu (25/10/2026).


Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi DKKB untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga kelestarian tradisi sekaligus mengembangkan kesenian yang mampu menjawab tantangan zaman. Musda III diikuti berbagai unsur seni dan kebudayaan, mulai dari tokoh adat, perwakilan komite sastra, teater, seni rupa, musik, dan sinematografi, hingga asosiasi lurah serta pimpinan sanggar di Kota Batu.


Pemilihan yang berlangsung melalui sidang pleno itu menetapkan Sunarto untuk melanjutkan kepemimpinan DKKB selama lima tahun mendatang. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan program yang berdampak nyata bagi para pelaku seni.


Usai terpilih, Sunarto menegaskan bahwa kepemimpinannya pada periode 2026–2031 akan diarahkan pada penguatan fondasi kebudayaan daerah. Sejumlah agenda menjadi perhatian, di antaranya mendorong penguatan regulasi daerah, mempercepat pelaksanaan program kerja berdasarkan peta jalan kebudayaan, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan kalangan akademisi.


Menurutnya, keberadaan regulasi yang kuat dan dukungan fasilitas yang memadai merupakan faktor penting dalam menciptakan ekosistem seni budaya yang sehat dan berkelanjutan. DKKB juga akan mengambil peran dalam mengawal proses transisi kelembagaan serta mendorong pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan.


“Mandat ini adalah amanah bersama untuk terus merawat api tradisi dan memperkuat ekosistem kebudayaan Kota Batu sebagai pilar utama pariwisata daerah. Ke depan, kita tidak hanya berfokus pada pementasan berkala, tetapi juga penguatan kapasitas SDM seniman, digitalisasi data seni, serta optimalisasi kemandirian organisasi,” ujar Sunarto.


Ia menjelaskan, kemajuan kesenian tidak cukup diukur dari banyaknya pertunjukan yang diselenggarakan. Lebih dari itu, diperlukan peningkatan kompetensi para seniman, pendataan potensi kesenian secara sistematis melalui teknologi digital, serta manajemen organisasi yang profesional agar kegiatan seni budaya dapat berkembang secara berkesinambungan.


Digitalisasi data seni dinilai penting untuk memetakan potensi, mendokumentasikan karya, dan memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal. Sementara itu, penguatan sumber daya manusia diharapkan dapat melahirkan seniman yang semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing tanpa kehilangan identitas budaya daerah.


Melalui hasil Musda III tersebut, DKKB diharapkan semakin mempererat hubungan antara komunitas seni, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor diperlukan agar pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan munculnya gagasan serta karya seni baru yang relevan dengan perkembangan zaman.


Dengan kembali terpilihnya Sunarto untuk periode 2026–2031, DKKB Kota Batu diharapkan mampu memperkuat posisi kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas daerah. Selain menjaga warisan tradisi, pengembangan seni budaya juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap daya tarik pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni di Kota Batu.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sunarto Kembali Nahkodai DKKB Kota Batu, Siapkan Penguatan Regulasi dan Digitalisasi Seni Budaya