terkini

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Resmikan Selecta Living Museum

11/08/25, 21:47 WIB Last Updated 2025-11-08T14:47:53Z


Pemotongan Pita Sebagai Tanda Diresmikannya Selecta Living Musem

Mediapewarta.co.id Kota Batu ; Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha bersama Wali Kota Batu, Nurochman, menghadiri peresmian Selecta Living Museum sekaligus dialog bertema Kemajuan Kebudayaan dan Integrasi Wisata Budaya Kota Batu di Taman Rekreasi Selecta, Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu,pada Sabtu (8/11/2025) sore.


Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang tengah berlangsung di Malang Raya, sekaligus menandai babak baru bagi Selecta sebagai ikon wisata legendaris yang kini bertransformasi menjadi ruang hidup bagi pelestarian sejarah dan kebudayaan Kota Batu.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan dialog kebudayaan yang dipandu oleh Ketua Dewan Kesenian Kota Batu, Sunarto " Cak Narto " bersama Anwar Bendahara Dewan Kesenian Kota Batu membahas berbagai langkah konkret untuk memajukan kebudayaan daerah, termasuk tindak lanjut Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), rencana pembentukan taman budaya, serta repatriasi situs sejarah seperti Prasasti Sangguran dan Candi Songgoriti.

Taman Rekreasi Selecta yang berdiri sejak tahun 1928 di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini awalnya dibangun oleh warga Belanda bernama De Reyter De Wildt sebagai tempat peristirahatan para bangsawan kolonial. Setelah sempat hancur pada masa revolusi kemerdekaan, kawasan ini dibangun kembali oleh 47 tokoh masyarakat sekitar tahun 1950 dan berkembang menjadi taman rekreasi komunal yang menjadi kebanggaan warga Batu.

Dengan diresmikannya Selecta Living Museum ini, diharapkan Selecta menjadi ruang pembelajaran sejarah dan kebudayaan lokal, sekaligus simbol perjalanan pariwisata Kota Batu dari masa ke masa.

Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah yang telah menobatkan Selecta sebagai Living Museum.

“Tahun lalu kami dinobatkan sebagai taman rekreasi zero waste, dan tahun ini kami bertransformasi menjadi Living Museum. Kami terus melaksanakan edukasi tentang tanaman, bunga, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Nilai-nilai kemandirian yang diwariskan Bung Hatta juga terus kami jaga hingga sekarang,” ucapnya.

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha mengapresiasi semangat komunitas budaya di Kota Batu yang dinilainya telah memiliki visi perjuangan yang kuat.

“Selalu menyenangkan datang ke daerah yang komunitas budayanya punya garis perjuangan jelas seperti di sini. Tidak semua kepala daerah punya visi kebudayaan. Di Batu, semangat itu sudah tumbuh lewat teman-teman budaya dan komunitas kreatif.


Kami dorong agar Pemkot Batu mengajukan dana alokasi khusus untuk pengembangan taman budaya. Kalau dikelola dengan baik, taman budaya bisa menjadi ruang ekspresi, pameran, dan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.


Menanggapi hal itu, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmen Pemkot Batu dalam mengintegrasikan kebudayaan dan ekonomi kreatif.

“Ketika kita bicara jati diri, kita juga harus percaya diri. Kreativitas tidak bisa diinstruksikan oleh pemerintah, tapi tumbuh dari lingkungan yang mendukung. Dari ICCF ini, kita belajar bagaimana kreativitas yang lahir dari budaya bisa berdampak pada ekonomi,” tegasnya.



Terkait rencana pembangunan taman budaya, Nurochman menyebut bahwa hal tersebut sudah tercantum dalam visi misi MBATU SAE, melalui program Batu Artpreneur. 

Saat ini, Pemkot tengah melakukan kajian untuk memperkuat bidang yang menangani sektor kreatif dan kebudayaan.


Acara ditutup dengan peninjauan area Living Museum Selecta, yang menampilkan perjalanan panjang sejarah Selecta, edukasi flora dan konservasi lingkungan, serta pameran karya budaya masyarakat Batu.

Dengan diresmikannya Selecta Living Museum, Kota Batu kembali menegaskan posisinya sebagai kota wisata berbasis budaya dan kreativitas sebagai tempat di mana sejarah, seni, dan inovasi berjalan beriringan.



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Resmikan Selecta Living Museum