Mediapewarta.co.id, Kota Batu – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang kelas PSIP A-B-C Tahun Akademik 2026/2027 menggelar kegiatan Project Based Learning (PjBL) dengan mengusung tema “Mendiagnosis dan Mendesain Administrasi Organisasi Lokal.” Dalam kegiatan tersebut, Perkumpulan Pecinta Alam Batu Ijo Royo-Royo (PPA-BIRR) di Kota Batu menjadi objek kajian lapangan untuk merancang inovasi administrasi organisasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) siang itu dilaksanakan di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) milik Pemerintah Kota Batu, Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
Empat mahasiswa UB, yakni Ilham Bima Sakti, Putri Anjani Aulia Zahra, Shinta Kusuma Kheylana, dan Nadia Rafadesta, melakukan wawancara langsung dengan Wakil Ketua PPA-BIRR, Heru Iswanto, yang akrab disapa Wanto.
Dalam sesi wawancara tersebut, keempat mahasiswa secara bergantian mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai tata kelola organisasi, struktur kepengurusan, sistem administrasi, serta pelaksanaan program kerja PPA-BIRR yang telah berjalan sekitar lima tahun dengan fokus pada pelestarian lingkungan hidup di Kota Batu.
Ilham Bima Sakti menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kelompok mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi. Melalui pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa dituntut untuk memahami secara langsung penerapan teori administrasi dalam kehidupan organisasi di tengah masyarakat.
“Materi pertanyaan yang kami sampaikan berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi, khususnya mengenai keberadaan PPA-BIRR yang sudah menjalankan berbagai program organisasi selama kurang lebih lima tahun. Program mata kuliah ini mengangkat tema mendiagnosis dan mendesain administrasi organisasi lokal,” papar Bima Sakti.
Melalui diskusi dan wawancara tersebut, mahasiswa memperoleh informasi mengenai sistem administrasi, mekanisme kerja, hingga berbagai program organisasi yang berorientasi pada kepedulian dan pelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik administrasi dan manajemen organisasi secara langsung, bukan sekadar memahami konsep teoritis di ruang perkuliahan.
Sementara itu, Wakil Ketua PPA-BIRR, Heru Iswanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kegiatan akademik yang dilakukan keempat mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut.
Ia menilai, studi lapangan menjadi salah satu cara bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata yang dihadapi organisasi lokal.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa Universitas Brawijaya yang telah melaksanakan kegiatan wawancara serta melakukan kajian menarik terkait program kerja PPA-BIRR,” ungkap Heru.
Menurutnya, mahasiswa saat ini menghadapi tantangan untuk tidak hanya menguasai teori administrasi, tetapi juga mampu melakukan observasi, identifikasi, dan analisis terhadap berbagai persoalan administrasi di lapangan.
“Mahasiswa perlu melakukan kajian langsung terhadap organisasi lokal, komunitas sosial, hingga lembaga pendidikan. Melalui observasi, wawancara, dan penelaahan dokumen organisasi, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori administrasi diterapkan dalam praktik,” jelasnya.
Heru menambahkan, hasil studi lapangan dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendiagnosis struktur organisasi, memahami alur kerja, serta mengidentifikasi berbagai fungsi administrasi dan manajemen yang dijalankan oleh organisasi.
Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, sekaligus menganalisis peluang serta tantangan administratif yang dihadapi organisasi. Temuan tersebut kemudian dapat dikaitkan dengan teori administrasi dan manajemen sebagai landasan untuk menyusun rekomendasi perbaikan.
Lebih lanjut, Heru menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan administrasi organisasi. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kreativitas untuk merancang solusi administratif yang efektif, terstruktur, dan transparan, tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal serta etika publik.
“Setelah melaksanakan tugas kelompok di lapangan, mahasiswa diharapkan bertanggung jawab menyusun laporan analisis, membuat infografis maupun video, serta mempresentasikan hasil kajiannya kepada peserta perkuliahan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan Project Based Learning yang dilaksanakan mahasiswa UB Malang di PPA-BIRR dapat mendorong tumbuhnya pola pikir kritis serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis organisasi secara kontekstual.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu memahami persoalan administrasi, tetapi juga dapat merancang sistem pengelolaan organisasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Heru berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara dunia akademik dan masyarakat. Integrasi pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di lapangan diharapkan mampu menjadikan ilmu administrasi sebagai bekal praktis dalam mendukung tata kelola organisasi yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan.
