Mediapewarta.co.id Kota Batu ; Dalam rangkaian.pwringatan Suro Agung pemerintah desa Bulukerto menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dengan menghadirkan Dalang Nur Hanif dengan tema " Wahyu Mangkuromo Arjuna Bertapa Mendapatkan Asta Brata " di punden Mbah Jagal Labilowo punden kasepuhan yang berada di dusun Buludendeng desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada Kamis ( 2/7/2026 ) mulai 19.00 WIB hingga selesai.
Pada kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bulukerto Suhermawan, S.,Kom beserta seluruh jajaran, ketua TP PKK desa Bulukerto beserta pengurus dan jajaran, seluruh lembaga, tokoh adat, Muspika, seluruh anggota DPRD dapil Bumiaji, Tokoh Adat, ketua lembaga mulai dari KIM dan pamong - pamong desa, para sesepuh kota Batu, ketua kasepuhan kota Batu.
Kepala desa Bulukerto Suhermawan S.Kom menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan tahun baru Jawa atau Ngingeti Warso Enggal 1960 Jawa.
"' Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari, mulai hari ini hingga besok hari Jumat 3 Juni 2026 ini.
Kegiatan dimulai dengan kegiatan arak tumpeng, ritual di Punden-punden yang ada di desa Bulukerto.
Dilanjutkan dengan pagelaran kesenian wayang kulit pada malam hari ini dan dilanjutkan pada besuk hari Jum at 3 Juli 2026 dengan melaksanakan pagelaran kesenian khas Bulukerto yaitu jaran door ", jelasnya.
Suhermawan juga menjelaskan bahwa untuk pagelaran wayang kulit di punden Mbah Jagal Labilowo ini yang pertama kali.
" Sebelumnya dilaksanakan kegiatan pagelaran seni budaya tayub.
Pada tema yang dibawakan pada pagelaran wayang kulit yaitu Wahyu Mangkuromo Arjuna Bertapa Kemudian Mendapatkan Asta Brata atau 8 Pulung atau Wahyu yaitu 8 sifat alam semesta ", tegasnya.
Masih kata Suhermawan bahwa di desa Bulukerto ini ada 8 punden, dan punden Mbah Jagal Labilowo diyakini punden tertua yang ada di desa Bulukerto.
" Saya yakini kepala desa Bulukerto yang pertama adalah warga dusun Buludendeng ini, sehingga punden Mbah Jagal Labilowo ini diyakini sebagai punden tertua.
Punden ini merupakan satu konservasi kebudayaan antropolog dan hasil - hasil kebudayaan yang ada kita lestarikan, kita uri - iri dari generasi ke generasi, karena melalui seni budaya merupakan salah satu ruang untuk kita mempersatukan desa atau masyarakat, melalui kebudayaan kita bisa menjadi satu ", tegasnya.




