Mediapewarta.co.id kota Batu : Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Koperasi Menuju Kemandirian dan Profesionalisme di Brizantha Convention Hall Balai Besar Pelatihan Peternakan ( BBPP ) yang berada di Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu Kota Batu.
Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi Yang Keanggotaannya Dalam Daerah Kabupaten atau Kota
Tahun Anggaran 2026 ini dilaksanakan selama dua hari mulai 23 hingga 24 Juni 2026.
Pada sosialisasi ini menghadirkan pemateri yaitu Dr. Sri Andriani S. E, M. SI. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. dan Dr. Yayuk Sri Rahayu S.E M.M.
Kepala Diskumperindag Kota Batu melalui Gatot Suwondo, SE.,MM Pengawasan Fungsional Koperasi Diskumperindag Kota Batu menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada hari pertama diikuti oleh 50 pengurus koperasi Simpan Pinjam (KSP), dan untuk hari yang kedua ini diikuti oleh 50 peserta dari pengurus koperasi produsen dan konsumen se - Kota Batu. Rabu ( 24/6/2026 ) pagi.
" Jadi saat melakukan pengawasan, kami selalu tidak menemukan alamat keberadaan koperasinya karena keberadaannya berpindah - pindah dan tidak mengkonfirmasi kepada Diskumperindag Kota Batu sehingga seakan - akan koperasi ini tidak ada, maka dari itu dengan diberikannya sosialisasi ini supaya koperasi - koperasi ini bisa memberitahukan terkait logonya apa, visinya apa, produknya, kantornya dimana. Intinya agar bisa terdeteksi secara digital sehingga bisa di baca oleh dinas di pemerintahan provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Batu maupun pengawas seperti saya yang setiap hari melihat data tersebut ", jelasnya.
Suwondo menambahkan bahwa saat ini di kota Batu ada kurang lebih 224 koperasi.
" Yang aktif 106 koperasi yang sudah melaksanakan RAT 50 koperasi ", jelasnya.
Salah satu pemateri pada sosialisasi ini Dr. Yayuk Sri Rahayu S.E M.M. dari UIN Malik Ibrahim Malang menjelaskan materi yang disampaikannya pada sosialisasi ini yaitu Management Keuangan dan Management Resiko Pada Koperasi.
" Untuk sosialisasi yang dilaksanakan kemarin lebih kepada KSP, kalau pada hari ini lebih banyak retail, jadi materinya lebih banyak merajuk pada retail. Terkait dengan analisis kredit di KSP maupun di retail. Kemudian pembuatan SOP pemberian kredit pencairan, SOP penagihan juga karena takutnya sampai terjadi kredit macet. Jadi kita perkuat analisis kreditnya sesuai dengan SOP yang lebih kuat. Kemarin kita buatkan yang standart, nanti koperasi peserta ini tinggal memodifikasi sesuai dengan kebutuhannya masing - masing karena setiap koperasi berbeda ", tegas Dr. Yayuk Sri Rahayu S.E M.M
yang saat ini juga sebagai pengawas Kopmen Setya Budi Wanita Malang.





