Mediapewarta.co.id Kota Batu ; Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar sebagai bagian dari program nasional untuk mendukung swasembada jagung dan memperkuat ketahanan pangan di area Landing Paralayang, di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Sabtu (7/3/2026).Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Batu Nurochman, SH., MH didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Batu Eko Suhartono, Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto, Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, Dandim 0818/Malang–Batu Letkol CZI Bayu Nugroho, serta Kepala BNN Kota Batu AKBP Reni Puspita. Turut hadir mewakili Ketua DPRD Kota Batu Bambang Pramono, dan Perwakilan Bulog Malang.
Kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara virtual bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Program tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta para petani dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional.
Dalam arahannya secara nasional, Kapolri menyampaikan bahwa program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya sumber-sumber ekonomi baru di daerah. Selain itu, jajaran kepolisian di seluruh wilayah juga diharapkan turut melakukan pendampingan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) guna memastikan keberhasilan program penanaman jagung tersebut.
Di Kota Batu sendiri, penanaman jagung dilakukan menggunakan bibit jagung pipil konvensional sebanyak 150 kilogram untuk lahan seluas 1 hektare, dengan estimasi masa tanam sekitar 70 hari. Selama proses budidaya, para petani mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Batu serta penyuluh pertanian.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batu bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Program penanaman jagung serentak ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh di sektor pangan, sekaligus mendukung visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.


